Yakin Dan Tawakkal : Beriman dan Berpasrah diri kepada Allah

3 min read

Yakin Dan Tawakkal Beriman dan Berpasrah diri kepada Allah
0
()

Yakin Dan Tawakkal : Beriman dan Berpasrah diri kepada Allah – Pembaca yang kami banggakan, bersama Dutadakwah mari kita tingktakan Yakin dan Tawakkal. Yakin Merupakan suatu kewajiban bagi kita. Demikian juga Tawakkal adalah keharusan.

Yakin Dan Tawakkal : Beriman dan Berpasrah diri kepada Allah

Kita sebagai orang berimna mesti “Aamannaa billah wa Twakkalna ‘alallah”. Kita beriman kepada Allah juga kita mesti bertawakkal kepadan-Nya. Lalu bagaimana tuntunan Al-qur’an mengenai yakin dan tawakkal?, mari kita ikuti saja beberapa dalilnya di bawah ini.

Mukadimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ اٰمَنَّا بِاللهِ وَ تَوَكَّلْنَا عَلَى اللهِ، وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، صَلَاةُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَءَالِهِ وَصَحْبِهَ اَجْمَعِيْنَ، أمَّا بَعْدُ

Saudarku semua yang kami bbanggakan, Para pembaca yang mudah-mudahan dirahmati Allah, In Syaa Allah Membaca materi ini akan dinilai ‘ibadah oleh-Nya, Aamiin. Dalam hal yakin dan tawaaka adal merupakan keharusan bagi hamba-hmba Allah. Untuk itu mari kit abaca uraina singkatnya berikut ini.

Dalil Qur’an Keimanan dan Kepasrahan

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَاناً وَتَسْلِيماً

Artinya: “Setelah orang-orang yang beriman itu melihat pasukan serikat – musuh – mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan oleh Allah dan RasulNya kepada kita dan Allah dan RasulNya itu berkata benar. Hal yang sedemikian itu tidaklah menambahkan kepada orang-orang yang beriman tadi melainkan keimanan dan penyerahan bulat-bulat”. (QS. al-Ahzab : 22)

Baca Juga :  Inilah Perihal Adab Berdoa Dalam Islam

Dalil Qur’an Cukuplah Allah Sebagai Pelidung dan Tempat Bertawakkal

Allah Ta’ala berfirman :

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ : ال عمران : ١٧٣

Artinya: “Para manusia berkata kepada orang-orang yang beriman itu: “Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk melawan engkau semua, oleh kerana itu takutlah kepada mereka.” Tetapi hal itu makin menambah keimanan mereka. Mereka menjawab: Allah cukup menjadi pelindung kita dan sebaik-baiknya yang dijadikan tempat bertawakkal. (QS. Ali Imran : 173)

فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ : ال عمران : ١٧٤

Artinya: Kemudian mereka kembali dengan mendapatkan kenikmatan dan keutamaan dari Allah, mereka tidak terkena sesuatu halangan pun dan mereka mengikuti keredhaan Allah dan Allah itu memiliki keutamaan yang agung”. (QS. ali-lmran : 174)

Dalil Qur’an Bertawakkal

Allah Ta’ala berfirman:

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيراً، : سورة الفرقان : ٥٨

Artinya: Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.”. (QS. al-Furqan: 58)

Firman Allah dalam surat Ibrahim:

وَعلَى اللّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ، سورة إبراهيم : ١١

Artinya: “Dan kepada Allah, hendaklah orang-orang yang beriman itu sama bertawakkal,” (QS. Ibrahim : 11)

Firman Allah dalam surat Ali Imaran:

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ : سورة ال عمران : ١٥٩

Artinya: “Jikalau engkau telah bulat tekad – untuk melaksanakan sesuatu – maka bertawakkallah kepada Allah”. (QS. ali-lmran : 159)

Ayat-ayat  mengenai  hal  bertawakkal  itu  banyak dan  dapat dimaklumi.

Firman Allah dalam surat Ath-Talaaq:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً، سورة الطلاق : ٣

Artinya: “Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia pasti mencukupi untuknya.” (QS. Ath-Thalaaq : 3)

Firman Allah dalam surat al-Anfaal:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ، سورة الأنفال : ٢

Artinya: “Hanyasanya orang-orang yang beriman itu, ialah mereka yang apabila disebutkan nama Allah, maka hati mereka itu menjadi ketakutan, juga apabila ayat-ayatNya dibacakan kepada mereka, maka bertambah-tambahlah keimanan mereka dan mereka itu sama bertawakkal kepada Tuhannya”. (QS. al-Anfal : 2)

Baca Juga :  Tawakal, Pasti Allah Mencukupi untuknya

Ayat-ayat perihal keutamaan bertawakkal itu pun banyak sekali dan dapat pula diketahui.

Pengertian Tawakkal

Tidak sedikit orang yang keliru dalam melaksankan Pengertian Tawakkal kepada Allah Ta’ala. Ada yang berpendapat, tawakkal ialah menyerah bulat-bulat kepada Tuhan tanpa berbuat daya-upaya dan usaha untuk mencari mana-mana yang baik dan menyebabkan kebahagiaan. Ringkasnya enggan berikhtiar atau menyingsingkan lengan baju. Anehnya ia meminta yang enak-enak belaka. Orang semacam di atas itu rupanya berpendapat, bahawa tidak perlu ia belajar, jika Tuhan menghendaki ia menjadi orang pandai, tentu pandai juga nantinya. Juga tidak perlu bekerja, jika Tuhan menghendaki ia menjadi kaya, tentu kaya juga nantinya. Atau ketika sakit, tidak perlu ia berubat, jika Tuhan menghendaki sembuh tentu sihat kembali pula. Semuanya itu samalah halnya dengan orang yang sedang lapar, sekalipun macam-macam makanan di hadapan mukanya, tetapi ia berpendapat, jika Tuhan menghendaki kenyang, tanpa makan pun akan menjadi kenyang juga. Cara berfikir semacam di atas itu, apabila diterus-teruskan, pasti akan membuat kesengsaraan diri sendiri, bahkan merosak akalnya sendiri.

Maksud dari Tawakkal

Yang diperintahkan Syari’at tentang Bertawakkal kepada Allah itu maksudnya adalah menyrahkan diri kepada-Nya sesdudahnya bekerja dan berusaha yang maksimal sebagaimana mestinya. Contoh missal kita menaruh motor di depan rumah, kemudian setelah dikunci secara sempurna, baru kemudian kita bertawakkal keepada Allah.

Artinya tatkala sudah dikunci pun masih juga hilang misalnya dimaling orang, maka hal tersebut dalam pandangan agama berarti orang itu sudah tidak kesalahan, sebab ia telah melakukan ikhtiar supaya jangan sampai terjadi hilang. Hal yang semacam itu pernah terjadi di zaman Rasulullah s.a.w., iaitu ada seorang sahabatnya yang meninggalkan untanya tanpa diikatkan pada sesuatu, seperti pohon, tonggak dan lain-lain, lalu ditinggalkan.

Baca Juga :  Perintah Shalat Pada Waktunya Dan Menjaga Shalat Ashar

Arti Tawakkal Dalam Hadits

Sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam:

Yang artinya: Beliau Shollallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Mengapa tidak kamu ikatkan?” Ia menjawab: “Saya sudah bertawakkal kepada Allah.” Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam tidak dapat menyetujui cara berfikir orang itu, lalu bersabda: Yang Artinya: “Ikatlah dulu lalu bertawakkallah.

Ringkasnya Tawakkal adalah

Ringkasnya bahwa bertawkkal tanpa ada usaha terlebih dahulu itu salah serta keliru menuru pandangan syari’at islam.

Jikalau kita sudah dapat meletakkan erti tawakkal pada garis yang sebenarnya, maka sangat sekali dipuji dan pasti kita tidak akan kekurangan rezeki, sebab Allah Ta’ala akan menjamin bahawa kita akan diberi bahagian rezeki kita masing-masing sebagaimana halnya burung yang pergi pagi-pagi dalam keadaan kosong perut, sedang pada petang harinya telah menjadi kenyang.

Selain itu Allah berfirman bahawa sifat-sifat kaum mu’minin itu di antaranya ialah selalu bertawakkal kepada Allah Ta’ala dengan pengertian tawakkal yang tidak disalah-mengertikan.

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Sifat Tawakkal

Yang perlu kita perhatikan, sehubungan dengan persoalan ini ialah:

Dalam mengejar cita-cita, supaya dapat berhasil kecuali amat diperlukan adanya sifat kesabaran, juga wajib disertai sifat tawakkal ini. Kerana yang menentukan berhasil atau tidaknya sesuatu maksud itu hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri. Lebih besar yang dicita-citakan, wajib lebih besar pula sabar dan tawakkalnya, misalnya ingin menjadi seorang yang alim, ingin memajukan agama, ingin mendirikan sesuatu negara yang benar-benar diredhai oleh Allah Ta’ala, ingin melaksanakan hukum-hukum dan syariat Islam dalam negara dan lain-lain sebagainya. Setelah bersabar dan bertawakkal wajib pula disertai doa, memohon kepada Allah semoga yang dicita-citakan itu berhasil, jangan bosan-bosan berdoa dan yakinlah bahawa Allah akan mengabulkan. In Syaa Allah.

Yakin Dan Tawakkal Beriman dan Berpasrah diri kepada Allah
Yakin Dan Tawakkal Beriman dan Berpasrah diri kepada Allah

Demikian ulasan tentang Yakin Dan Tawakkal : Beriman dan Berpasrah diri kepada Allah Semoga bermanfaat untuk yang mau mengamalkannya. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5