√ Orang Sabar Itu Kekasih Allah

3 min read

Orang Sabar Itu Kekasih Allah
0
()

Orang Sabar Itu Kekasih Allah –  Pada Materi Kultum Sebelumnya kami sudah sampaikan: Tentang Rahasia Puasa. dan untuk kesempatan kali ini Duta Dakwah akan menyampaikan: Materi Kultum Tentang Orang Sabar Itu Kekasih Allah Materi ini  In Syaa Allah akan kami sampaikan secara ringkas.

Orang Sabar Itu Kekasih Allah

Untuk lebih jelasnya mari kita baca uaraian materinya dibawah ini dengan Seksama.

Khutbatil-Kalam

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَعْظَمَ  عَلَى عِبَادِهِ صَبَرُوْا، كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ، إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ رَسُوْلِهِ خَيْرِ الْعِبَادِ، وَعَلَى اَلِهِ أَزْوَاجِهِ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Puji dan syukur  senantiasa kita panjatkan ke hadhirat Allah Subhanahu wa ta’ala, sholawat dan salam semoga tetap tercurah atas Nabi agung Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam, Bapak-bapak dan Ibu-ibu Kaum Muslimin wal-Muslimat yang dirahmati Allah, pada kesempat kali ini kami akan sampaikan Materi Kultum: Orang Sabar Itu Kekasih Allah

Perinatah Sabar Dan Siap Siaga

Orang beriaman harus bersabar dan senantiasa bersiap siaga, demikian itu bagi orang beriman bukan kemubahan tapai justru merupakan keniscayaan, sebagaimana Allah berfirman:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (ال عمران: ٢٠٠)﯁

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung (Ali Imron: 200(

Sabar dan menguatkan kesabaran itu adalah ibadah, karena itu adalah perintah Allah. Sabar di sini tentunya sabar dalam mengendalikan nafsu dan terus-menerus berusaha semaksimal mungkin serta senatiasa berpasrah diri bergantung kepaeda Allah Subahanhu wa ta’ala, dengan penuh kewaspadaan yang senantiasa bersiap siaga setiap saat untuk mengantisipasi suwaktu-waktu musuh akan menyerang.

Baca Juga :  √ Kultum Ramadhan Tentang Hukum Zakat Fitri Dengan Uang

Dalam Tafsir Ibnu Katsi diterangkan:

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk bersabar dalam menjalankan agama mereka yang diridai oleh Allah, yaitu agama Islam. Janganlah mereka meninggalkannya,baik dalam keadaan suka maupun duka dan dalam keadaan miskin maupun kaya, hingga mereka mati dalam keadaan memeluk agama Islam. Hendaklah mereka bersabar serta teguh dalam menghadapi musuh-musuh yang menyembunyikan agama mereka.

Hal yang sama dikatakan pula bukan oleh hanya seorang dari kalangan ulama Salaf.

Al-murabatah artinya menetapi suatu tempat ibadah dan tidak bergeming darinya. Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan murabatah ialah menunggu waktu salat lain sesudah mengerjakan salat. Demikianlah menurut Ibnu Abbas, Sahl ibnu Hanif dan Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, dan lain-lainnya.

Dalam bab ini Ibnu Abu Hatim meriwayatkan sebuah hadis yang diketengahkan oleh Imam Muslim dan Imam Nasai melalui hadits Malik ibnu Anas, dari Al-Ala ibnu Abdur Rahman, dari Ya’qub maula Al-Hirqah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu., dari Nabi Shollallahu ‘alahi wa allam. yang telah bersabda:

﯁(أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ  ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ)﯁ 

Maukah aku beri tahukan kepada kalian tentang suatu hal yang membuat Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan karenanya dan meninggikan derajat disebabkannya? Yaitu menyempurnakan wudu di waktu-waktu yang tidak disukai, banyak melangkah menuju ke masjid-masjid, dan menunggu waktu salat sesudah menunaikan salat. Maka yang demikian itulah yang dinamakan ribat, maka yang demikian itulah yang dinamakan ribat. maka yang demikian itulah yang dinamakan ribat.

Firman Allah dalam Surat Al-baqarah ayat 155:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (البقرة: ١٥٥)﯁

Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (al-baqarah: 155)

Baca Juga :  √ Kultum Ramadhan Tentang Dermawan dan melakukan kebaikan

Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangakan:

Allah Swt. memberitahukan bahwa Dia pasti menimpakan cobaan kepada hamba-hamba-Nya, yakni melatih dan menguji mereka. Seperti yang disebutkan di dalam firman lainnya, yaitu:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَا أَخْبارَكُمْ

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui (supaya nyata) orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwal kalian. (Muhammad: 31)

Adakalanya Allah Swt. mengujinya dengan kesenangan dan adakalanya mengujinya dengan kesengsaraan berupa rasa takut dan rasa lapar, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

فَأَذاقَهَا اللَّهُ لِباسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ

Karena itu, Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan. (An-Nahl: 112)

Di dalam surat ini Allah Swt. berfirman:

﯁(بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ) ﯁

dengan sedikit ketakutan dan kelaparan. (Al-Baqarah: 155)

Yang dimaksud dengan sesuatu ialah sedikit.

Sedangkan firman-Nya:

﯁(وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ) ﯁

dan kekurangan harta. (Al-Baqarah: 155)

Yakni lenyapnya sebagian harta.

﯁(وَالأنْفُسِ) ﯁

dan kekurangan jiwa. (Al-Baqarah: 155)

Yaitu dengan meninggalnya teman-teman, kaum kerabat, dan kekasih-kekasih.

﯁(وَالثَّمَرَاتِ)﯁

dan kekurangan buah-buahan. (Al-Baqarah: 155)

Yakni kebun dan lahan pertanian tanamannya tidak menghasilkan buahnya sebagaimana kebiasaannya (menurun produksinya). Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa sebagian pohon kurma sering tidak berbuah; hal ini dan yang semisal dengannya merupakan suatu cobaan yang ditimpakan oleh Allah Swt. kepada hamba-hamba-Nya. Barang siapa yang sabar, maka ia mendapat pahala; dan barang siapa tidak sabar, maka azab-Nya akan menimpanya. Karena itulah, maka di penghujung ayat ini disebutkan:

﯁(وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ) ﯁

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah: 155)

Salah seorang Mufassirin meriwayatkan bahwa makna yarg dimaksud dengan al-khauf ialah takut kepada Allah, al-ju’u ialah puasa bulan Ramadan, naqsul amwal ialah zakat harta benda, al-anfus ialah berbagai macam sakit, dan samarat ialah anak-anak. Akan tetapi, pendapat ini masih perlu dipertimbangkan.

Baca Juga :  Istiqamah atau Bertindak Lurus

Kemudian Allah menerangkan bahwa orang-orang yang sabar yang mendapat pahala dari Allah ialah mereka yang disebutkan di dalam firman berikut:

﯁(الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ) ﯁

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. (Al-Baqarah: 156)

Yakni mereka menghibur dirinya dengan mengucapkan kalimat tersebut manakala mereka tertimpa musibah, dan mereka yakin bahwa diri mereka adalah milik Allah. Dia memberlakukan terhadap hamba-hamba-Nya menurut apa yang Dia kehendaki. Mereka meyakini bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala di sisi-Nya seberat biji sawi pun kelak di hari kiamat. Maka ucapan ini menanamkan di dalam hati mereka suatu pengakuan yang menyatakan bahwa diri mereka adalah hamba-hamba-Nya dan mereka pasti akan kembali kepada-Nya di hari akhirat nanti.

Orang Sabar Itu Kekasih Allah
Orang Sabar Itu Kekasih Allah

Karena itulah maka Allah Subhanuhu wa Ta’ala. memberita-hukan tentang pahala yang akan diberikan-Nya kepada mereka sebagai imbalan dari hal tersebut melalui firman-Nya:

﯁(أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ)﯁

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya. (Al-Baqarah: 157)

Maksudnya, mendapat pujian dari Allah Swt. Sedangkan menurut Sa’id ibnu Jubair, yang dimaksud ialah aman dari siksa Allah.

Inilah yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya kami mohon ma’af, dan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kami mohon maghfiroh.

Demikian ulasan : Orang Sabar Itu Kekasih Allah – Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua.Terimakasih atas kunjungannya.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ ثُمَّ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5